Friday, May 20, 2016

Ada Yang Tak Mampu Ku Lupa (catatan Harian seri 01)

ACEH dari udara, 5 Jan 05; 22.30


Gelap..........

Sepertinya tidak ada kehidupan di bawah sana
hanya terlihat lampu pemandu pendaratan yang berkedip-kedip riuh..

..................................

turun dari burung besi (dengen merek anaknya Garuda) -citylink-. Terasa kesibukan yang luar biasa. (setelah terjadi bencana bandara itu aktif 24 jam)
kendaraan pengangkut barang hilir mudik mengangkut barang2 bantuan.

weks....barang bantuan itu masih banyak menumpuk, kesulitan transportasi kata orang-orang disana
waduh..! koq bisa ya.
Terasa kumuh...seperti bukan sebuah bandar udara, lebih bersih terminal-terminal di daerah.
tapi gapapa, namanya juga habis kena bencana.

Terlihat di halaman depan bandara beberapa tentara dengan senapan merek dalam negri yang sewaktu-waktu siap digunakan terlihat waspada.
wedew..betul2 daerah konflik neeh.
tambah ngeri ....

disebrang jalan nampak beberapa tenda pengungsi (daerah bandara memang jauh dari laut) sekitar 30 menit dari Banda Aceh.
selama perjalanan menuju base camp (di Banda Aceh), sempat tercium bau2 tidak sedap (bau dari mayat-mayat yang belum ter-evakuasi).
sebuah ucapan selamat datang yang sangat berkesan..

tidak lama setelah berada di base camp, sebuah gempa selama 10 detik yang menurut berita berkekuatan sekitar 6 skala richter sangat mengagetkan dan sempat menciutkan nyali.
Penyambutan yang sangat berkesan sekali, mungkin bumi Aceh ingin berkata...:kami pernah merasakan lebih hebat dari ini.

tapi, dor...dor..dor..dor...........suara rentetan senapan menyalak tidak jauh dari base camp, selang beberapa menit setelah gempa tadi. Seketika semua yang berada di base camp langsung melompat tiarap.
gila..!!!! kenapa sih senjata kalian tidak digudangkan dulu sementara.
Hey....Aceh sedang berduka bung!!!!!

Zzzzzzzzzzzzzzzz..tidur dulu ah..
capek sekali rasanya terbang 4 jam, Jogja - Aceh
nyamuk'e dab, gede-gede. hiks..




0 Comments:

Post a Comment

<< Home