Wednesday, May 25, 2016

Ada Yang Tak Mampu Ku Lupa (catatan harian seri 03)



Banda Aceh, 7 Jan 05;

Maju perang..
dengan seragam kebanggaan.
celana lapangan, kaos seragam lapangan, rompi berlambang Palang Merah, sepatu bot....
ditambah perlengkapan lain ; masker, sarung tangan karet, tas berisi obat2an pertolongan pertama, pesawat HT, air minum.
serasa PD banget
menuju lokasi........

lemas.., gemetar..., ga tau lagi lah.
terbayang betapa dasyatnya bencana yang sudah terjadi.
semoga diampuni dosa orang-orang yang menjadi korban.
Astaughfirullah..
aku diberi kesempatan menyaksikan bukti keagungan-Mu.
..
perkampungan yang berhektar-hektar rata dengan tanah.
bahkan lantainya pun tidak berbekas tertutup lumpur.
beberapa rumah masih tersisa pondasi2 yang tak kuat menahan gelombang air.
ada juga beberapa rumah yang masih kokoh berdiri, salah satu dari bukti keagunganMu
..
mobil-mobil mewah teronggok tak bernilai lagi.
sepeda motor tergeletak tak bertuan..
upss..apakah gelombang tsunami bisa melepas karburator dari motor-motor itu..?
kenapa hanya karburatornya yang lepas..
gila..!!! masih ada orang yang tega mengambil keuntungan dari bencana rupanya..
mayat-mayat manusia tergeletak tak berharga.
begitu dasyatnya kah gelombang yang datang?
sehingga mampu melepas pakaian mereka


mulai hunting..
menyusur diantara reruntuhan bangunan, masuk rumah-rumah yang masih berdiri, menajamkan hidung, berjalan diatas tumpukan kayu yang penuh dengan paku yang bertetanus.
mencari mayat2 yang sudah mulai membusuk

dapat....

tarik ketempat yang kering..bungkus dengan kantong mayat..angkat dan kumpulkan ketepi jalan.
nantinya kumpulan mayat-mayat ditepi jalan itu akan diambil oleh truck-truck yang bertugas membawa ke kuburan masal.
bercanda memang tidak pernah lepas dari kami
untuk menghilangkan capek dan stres yang mungkin timbul.

jam 1 siang....
kami menuju ke tempat truck-truck logistik yang mengantar makan siang dan air mineral merek luar negri.
(truck2 logistik tadi tidak lain juga truck2 yang membawa mayat2 tadi ke pekuburan masal..hiks)
makannnnnnnnnn...........
nikmat sekali makan diantara reruntuhan bangunan dengan ditambah bau anyir mayat-mayat yang sudah membusuk.
hmmmmmm....
-----------------------------------------
sore pulang ke basecamp.
mandi dengan cairan disinfektan..huuhh! baunya ga kuat.
habis makan sore duduk-duduk di depan basecamp.
...siapa tau ada perempuan-perampuan manis berjilbab lewat...

Sunday, May 22, 2016

Ada Yang Tak Mampu Ku Lupa (catatan Harian seri 02)

Banda Aceh, 6 Jan 05; pagi



Setelah sholat subuh dan antri mandi, kita coba berjalan menyusuri jalanan depan base camp.
tidak jauh memang...karena kita belum tau banget daerah situ. Dan kita masih harus waspada karena Aceh masih daerah konflik.
Malah sempat terdengar issue bahwa pihak GAM mengincar orang-orang medis termasuk petugas yang memakai lambang Palang Merah.
Wah...issue gila.
Karena sebelum berangkat ke Aceh kita sudah kontak temen-temn Palang Merah Aceh mengenai keamanan petugas yang pake lambang Palang Merah.
Mereka bilang, InsyaAllah dijamin GAM tidak akan mengganggu petugas Palang MErah.
......
Matahari memang belum keliatan penuh, tapi terangnya sudah bisa membuat kami bisa melihat keadaan di sekitar.
weh...ada rumah tembok roboh...
mobil-mobil dari yang murahan sampai yang mewah teronggok tak bernilai
barang-barang rumah tangga seperti tv, kulkas, lemari, magicjar dll tergeletak dipinggir jalan, mungkin terbawa arus air.

masyaAllah..terlihat bekas air di tembok setinggi manusia dewasa. (diperkampungan dekat pantai malah setinggi rumah berlantai 2).
bau mayat yang sudah lebih 1 minggu terasa menyengat.
mayat2 itu masih banyak tergeletak di pinggir jalan, di got-got, di dalam rumah-rumah yang sudah tidak berpenghuni, di sungai, didalam mobil, di genangan air, di antara tumpukan kayu-kayu, di bawah lumpur,
mereka semua ada di dalam tangisan kami yang tertahan.

ada mayat bayi yang mungkin umurnya belum genap setaun....
-- hening --
tak terasa air mata meleleh.
terasa kecil keberadaan manusia di dunia
kesombongan pergi menghindar
harta bukan lah apa-apa
Astaghfirullahaladzim

..................................
AllahuAkbar...
Begitu Agung keberadaanmu
Jika Engkau berkehendak, maka semuanya akan terjadi.
..
Kota Banda Aceh memang terletak dipinggir pantai
sehingga ketika terjadi gempa yang disusul gelombang tsunami, Banda Aceh termasuk kota yang mengalami kerusakan parah.

hmmm...
istirahat dulu deh dibasecamp sambil menata hati yang barusan seperti digoncang gempa
hari pertama memang belum ada kegiatan
karena kita harus melapor dulu keberadaan kami
baik ke Palang Merah setempat dan Instansi2 terkait.
....
perempuan-perempuan berjilbab kelihatan manis lewat didepan basecamp.
aku memang suka perempuan berjilbab... :-)

Friday, May 20, 2016

Ada Yang Tak Mampu Ku Lupa (catatan Harian seri 01)

ACEH dari udara, 5 Jan 05; 22.30


Gelap..........

Sepertinya tidak ada kehidupan di bawah sana
hanya terlihat lampu pemandu pendaratan yang berkedip-kedip riuh..

..................................

turun dari burung besi (dengen merek anaknya Garuda) -citylink-. Terasa kesibukan yang luar biasa. (setelah terjadi bencana bandara itu aktif 24 jam)
kendaraan pengangkut barang hilir mudik mengangkut barang2 bantuan.

weks....barang bantuan itu masih banyak menumpuk, kesulitan transportasi kata orang-orang disana
waduh..! koq bisa ya.
Terasa kumuh...seperti bukan sebuah bandar udara, lebih bersih terminal-terminal di daerah.
tapi gapapa, namanya juga habis kena bencana.

Terlihat di halaman depan bandara beberapa tentara dengan senapan merek dalam negri yang sewaktu-waktu siap digunakan terlihat waspada.
wedew..betul2 daerah konflik neeh.
tambah ngeri ....

disebrang jalan nampak beberapa tenda pengungsi (daerah bandara memang jauh dari laut) sekitar 30 menit dari Banda Aceh.
selama perjalanan menuju base camp (di Banda Aceh), sempat tercium bau2 tidak sedap (bau dari mayat-mayat yang belum ter-evakuasi).
sebuah ucapan selamat datang yang sangat berkesan..

tidak lama setelah berada di base camp, sebuah gempa selama 10 detik yang menurut berita berkekuatan sekitar 6 skala richter sangat mengagetkan dan sempat menciutkan nyali.
Penyambutan yang sangat berkesan sekali, mungkin bumi Aceh ingin berkata...:kami pernah merasakan lebih hebat dari ini.

tapi, dor...dor..dor..dor...........suara rentetan senapan menyalak tidak jauh dari base camp, selang beberapa menit setelah gempa tadi. Seketika semua yang berada di base camp langsung melompat tiarap.
gila..!!!! kenapa sih senjata kalian tidak digudangkan dulu sementara.
Hey....Aceh sedang berduka bung!!!!!

Zzzzzzzzzzzzzzzz..tidur dulu ah..
capek sekali rasanya terbang 4 jam, Jogja - Aceh
nyamuk'e dab, gede-gede. hiks..




Friday, May 13, 2016

Mengertilah...

Bagaimana sih menulis ...??
kadang pengin saat membaca tulisan-tulisan,
begitu mudahnya menuangkan pikiran dan perasaan

Ahh..

Aku cuman pengin kamu tau!!
aku hanya sedang mencoba menemukan sesuatu,
yang mampu menghadirkan ingatan kepadamu
dan bisa kujadikan alasan,
untuk aku mengatakan, bahwa...


aku rindu...